Pengalaman Bahasa

Dulu aku bersekolah disekolah negeri dikampungku dimana semua siswa datang dari berbagai macam pelosok daerah ,suku juga agama.

Ada yang dari suku melayu , dayak , jawa ,cina dan batak . Tapi sekolah kami lebih dominan dari suku dayak karna hampir mayoritas kami adalah non muslim  . Dan suku dayak ini juga bukan hanya satu tapi banyak sekali macam macam suku dayak , ada yang dari kanayan,iban,mualang dan hibun
Dan dari sekian bahasa dayak tersebut ada satu bahasa dayak yang paling unik menurutku yaitu bahasa dayak hibun karena disetiap kosa katanya tidak memiliki huruf R .sebagai contoh dulu aku pernah melihat teman sekelas ku berbicara sesama suku mereka anggaplah artinya seperti ini " kamu setelah ini kemana" kemudian dia menjawab "Mohik no homing"yang bearti pulang ke rumah . Karena bahasa dayak yang biasa digunakan itu adalah berbunyi "Morik nik Romin" kata romin itu adalah Rumah dan kata morik itu adalah pulang banyak di susul dengan kosa kata lain yang seperti kalau didengar jelas seperti percakapan orang cina .
Kemudian aku juga pernah menemukan bahasa dayak yang seperti memanggil nama orang padahal artinya berbeda karna kebetulan pada saat itu dimana aku belanja kepasar dan melihat serta mendengan seorang ibu ibu bertanya sesama ibu ibu
Ibu A:jeh omuk man(udah kamu makan?oneah ponas no muk mirit(sayur apa yang mau kamu beli?
Ibu B: bayuu , saja kaleee bayuu tepikir . Bayu okok bemasak (Belum,saja belum tepikir. Belum aku bemasak)
kebetulan nama kariawan tersebut adalah bayu  , akhirnya sang bayu merasa nama dirinya disebut sebut akhirnya dia terheran heran sedangkan dia tidak paham apa yang dikatakan ibu ibu tersebut akhirnya dia senyum senyum sendiri mengingat namanya dipanggil "Bayu.. bayu" yang bearti belum
Dan kalian juga pasti tau kan buah piring ?
Kalau diwilayah ku buah piring itu disebut buah pingan . Karena melayu menyebut piring itu adalah pingan dan ketika itu disaat kami makan bersama dan bertepatan saat itu ada banyak sekali buah piring dirumah dan temanku berteriak meminta tolong mengambilkan piring untuk makan
A:oo niaa minta rela ngamik pingan sebuah kai aku corat asa makan tuk..
(oo nia minta tolong mengambilkan piring satu ,kepengen rasa makan ni)
B:auk tunguk lok milih ah
(iya sebentar dulu,lagi memilihnya)
Akhirnya si B temanku datang membawa buah piring yang dia anggap si A itu menyuruhnya mengambil buah tersebut karena ingin sekali memakannya padahal maksud dari si A Itu menyuruhnya untuk mengambil piring satu buah
Akhirnya mereka pun saling mentertawakan si B karena dianggap "ma bangal" yang bearti "sangat tuli"
Dan diwilayahku juga unik dalam penyebutan bahasa melayu nya air putih,yaitu "aik mati". Banyak yang salah kaprah dengan "aik mati" ini banyak yang mengatakan bahwa air tersebut adalah air untuk orang yang sudah mati padahal "aik mati" ini sebenarnya bearti "aik yang bearti air" dan "mati yang bearti "air yang sudah dimasak kemudian kuman kuman didalamnya sudah mati" lalu itulah mengapa air putih disebut dengan "aik mati"
Kemudian mata "Malang" pasti yang kalian pikirkan adalah kota Malang tapi disaat kalian berada dikampung kami kabupaten sanggau kata Malang itu bisa membuat ambigu karena ada kata buruk yang berada dibalik kata "Malang" Yaitu Kebodohan yang sangat bodoh .
Sebagai contoh
T:Oi ngapai bah ikau nyak ma malang ah?(oi kenapa kau begitu bodoh sekali)
Z:bayah madah peak bah(jangan bilang seperti itu)
Itulah mengapa hati hati ketika bertingkah laku aneh ditempat kami maka kamu akan dikatakan "Malang" saat kamu terlihat bodoh .
Memang yang kamu pikirkan adalah nama kota tapi sebenarnya itu adalah kata buruk .

Komentar