“PERANAN BUDAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN”
TUGAS LAPORAN BACAAN
2
Nama : Rifa A’tul
Mahmudah
NIM : 11901157
Kelas : PAI 4B
“PERANAN BUDAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN”
Bismillah,kali ini saya akan
membahas tentang peranan budaya sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan, dari
hasil yang saya baca bahwasanya, Budaya sekolah merupakan sekumpulan nilai yang
mendekati tingkah laku, tradisi, kebijakan sehari-hari, dan simbol-simbol yang
dipraktekan oleh kepala sekolah, guru, karyawan, siswa dan masyarakat sekitar
sekolah.
Budaya sekolah merupakan ciri khas karakter
dan citra sekolah tersebut di masyarakat luar. Banyak hal yang dapat dilakukan
bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan membangun budaya sekolah
yang positif mampu mewujudkan suasana moral yang baik dengan suasana yang
kondusif sehingga akan berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah itu
sendiri.
Dalam membangun budaya sekolah harus relevan
dengan situasi dan kondisi yang ada. Unsur budaya ada yang bersifat positif
maupun negatif dan juga ada yang netral, maka aspek budaya yang diterapkan
harus cocok sehingg mampu mewujudkan visi dan misi sekolah melalui budaya
sekolah yang baik.
Berdasarkan pengertian di atas,
dapat dipahami bahwa konsep budaya sekolah sebagai suatu pendekatan lebih
menekankan pada penghayatan segi-segi simbolik, tradisi, riwayat sekolah yang
kesemuanya akan membentuk keyakinan, kepercayaan diri dan kebanggaan akan
sekolahnya.
Budaya juga merupakan pandangan
hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara
berpikir, perilaku, sikap, dan nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik
maupun abstrak. Budaya juga dapat dilihat sebagai suatu perilaku, nilai-nilai,
sikap hidup, dan cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan, dan
sekaligus cara untuk memandang persoalan dan memecahkannya. Oleh karena itu,
suatu budaya secara alami akan diwariskan oleh satu generasi kepada generasi
berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang didesain untuk memperlancar proses
transmisi kultural antar-generasi tersebut
Adapun pembahasan mengenai peranan
budaya sebagai peningkat mutu pendidikan yang saya sematkan pada laporan bacaan
saya yaitu mengenai :
A.
Membangun
Budaya Sekolah
Disini penulis menyampaikan bahwa Budaya sekolah
mencakup semua kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga
administrasi, dan peserta didik. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan
sekolah tempat anggota masyarakat sekolah saling berinteraksi. Interaksi yang
terjadi meliputi antara peserta didik dengan sesamanya, kepala sekolah dengan
guru, guru dengan guru, guru dengan siswa, konselor dengan siswa, pegawai
administrasi dengan siswa, guru dan sesamanya. Interaksi tersebut terikat oleh
berbagai aturan, norma, moral, serta etika bersama yang berlaku disuatu
sekolah. Kepemimpinan keteladanan, keramahan, toleransi, kerja kerja, disiplin,
kepedulian, sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, tanggung jawab, dan
rasa memiliki merupakan sebagian dari nilainilai yang dikembangkan dalam budaya
Sekolah.
B.
Perawatan,Pemanfaatan,Pemeliharaan
Sarana dan Pra-sarana serta Lingkungan Sekolah
Pada bagian ini Keterlibatan semua warga sekolah
ternyata juga perlu terutama peserta
didik dalam perawatan, pemanfaatan, pemeliharaan sarana dan pra-sarana serta
lingkungan sekolah sangat diperlukan dalam rangka membangun atau membentuk
karakter peserta didik. Kondisi lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan
nyaman dengan melibatkan siswa secara aktif akan menumbuhkan rasa memiliki,
tanggung jawab, dan komitmen dalam dirinya untuk memelihara semua itu. Dengan
demikian, diharapkan seluruh warga sekolah menjadi peduli terhadap lingkungan
sekolah, baik fisik maupun sosialnya.
Selain mengacu kepada sejumlah prinsip di atas, upaya
pengembangan budaya sekolah juga seyogyanya berpegang pada asas-asas berikut.
a) Kerjasama
tim . Pada dasarnya sebuah komunitas sekolah merupakan sebuah tim/kumpulan
individu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Untuk itu, nilai kerja sama
merupakan suatu keharusan dan kerjasama merupakan aktivitas yang bertujuan
untuk membangun kekuatan-kekuatan atau sumber daya yang dimiliki oleh personil
sekolah, maka menurut saya kerja sama tim itu sangat dibutuhkan agar sebuah
tujuan mencapai puncak dengan efektif
b) Kemampuan.
Menunjuk pada kemampuan untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab pada tingkat
kelas atau sekolah. Dalam lingkungan pembelajaran, kemampuan profesional guru
bukan hanya ditunjukkan dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bersikap dan
bertindak yang mencerminkan pribadi pendidik. Disini saya menyimpulkan
bahwasanya berilmu setinggi apapun seorang guru yang paling penting itu adalah
adab dan tingkah laku karena balik kepada filosofi guru “digugu dan ditiru”
c) Keinginan.
Keinginan di sini maksudnya merujuk pada kemauan atau kerelaan untuk melakukan
tugas dan tanggung jawab untuk memberikan kepuasan terhadap siswa dan
masyarakat. Semua nilai di atas tidak berarti apaapa jika tidak diiringi dengan
keinginan. Keinginan juga harus diarahkan pada usaha untuk memperbaiki dan
meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab sebagai budaya yang muncul dalam diri pribadi baik sebagai
kepala sekolah, guru, dan staf dalam memberikan pelayanan kepada siswa dan
masyarakat
d) Kegembiraan.
Nilai kegembiraan ini harus dimiliki oleh seluruh personil sekolah dengan
harapan kegembiraan yang kita miliki akan berimplikasi pada lingkungan dan
iklim sekolah yang ramah dan menumbuhkan perasaan puas, nyaman, bahagia dan
bangga sebagai bagian dari personil sekolah. Jika perlu dibuat wilayah-wilayah
yang dapat membuat suasana dan memberi nuansa yang indah, nyaman, asri dan
menyenangkan, seperti taman sekolah ditata dengan baik dan dibuat wilayah bebas
masalah atau wilayah harus senyum dan sebagainya.
e) Hormat
(respect). Rasa hormat merupakan nilai yang memperlihatkan penghargaan kepada
siapa saja baik dalam lingkungan sekolah maupun dengan stakeholders pendidikan
lainnya. Keluhan-keluhan yang terjadi karena perasaan tidak dihargai atau tidak
diperlakukan dengan wajar akan menjadikan sekolah kurang dipercaya. Sikap respek
dapat diungkapkan dengan cara memberi senyuman dan sapaan kepada siapa saja
yang kita temui, bisa juga dengan memberikan hadiah yang menarik sebagai
ungkapan rasa hormat dan penghargaan kita atas hasil kerja yang dilakukan
dengan baik. Atau mengundang secara khusus dan menyampaikan selamatatas
prestasi yang diperoleh dan sebagainya iya benar sekali karena saling hormat
dan menghargai adalah budaya yang paling terutama dibangdingkan dengan yang
lain karena bersangkutan dengan sopan dan santun
f) Jujur
(honesty). Nilai kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam
lingkungan sekolah, baik kejujuran pada diri sendiri maupun kejujuran kepada
orang lain. Nilai kejujuran tidak terbatas pada kebenaran dalam melakukan
pekerjaan atau tugas tetapi mencakup cara terbaik dalam membentuk pribadi yang
obyektif. Tanpa kejujuran, kepercayaan tidak akan diperoleh. Oleh karena itu,
budaya jujur dalam setiap situasi dimanapun kita berada harus senantiasa
dipertahankan. Jujur dalam memberikan penilaian, jujur dalam mengelola
keuangan, jujur dalam penggunaan waktu serta konsisten pada tugas dan tanggung
jawab merupakan pribadi yang kuat dalam menciptakan budaya sekolah yang baik. Dan
yang saya pahami bahwa selain adab kejujuran juga termasuk salah satu dari
tingkah laku yang mulia yang mana kejujuran adalah titik untuk mencapai
kesuksesan dan tempat untuk kita terjun ke ranah sosial kelak
g) Disiplin
(discipline). Disiplin merupakan suatu bentuk ketaatan pada peraturan dan
sanksi yang berlaku dalam lingkungan sekolah. Disiplin yang dimaksudkan dalam
asas ini adalah sikap dan perilaku disiplin yang muncul karena kesadaran dan
kerelaan kita untuk hidup teratur dan rapi serta mampu menempatkan sesuatu
sesuai pada kondisi yang seharusnya.
h) Empati
(empathy). Empati adalah kemampuan menempatkan diri atau dapat merasakan apa
yang dirasakan oleh orang lain namun tidak ikut larut dalam perasaan itu. Sikap
ini perlu dimiliki oleh seluruh personil sekolah agar dalam berinteraksi dengan
siapa saja dan dimana saja mereka dapat memahami penyebab dari masalah yang
mungkin dihadapi oleh orang lain dan mempu menempatkan diri sesuai dengan
harapan orang tersebut. Dengan sifat empati warga sekolah dapat menumbuhkan
budaya sekolah yang lebih baik karena dilandasi oleh perasaan yang saling
memahami.
i)
Pengetahuan dan kesopanan. Pengetahuan dan
kesopanan para personil sekolah yang disertai dengan kemampuan untuk memperoleh
kepercayaan dari siapa saja akan memberikan kesan yang meyakinkan bagi orang
lain
Adapun Nilai-nilai
Budaya Sekolah yang haru diketahui yakni:
a) Tinjauan
Makna Budaya Sekolah
Disini penulis mengartikan Budaya sekolah adalah sistem
nilai, kepercayaan, dan norma yang diterima bersama dan dilaksanakan dengan
penuh kesadaran sebagai perilaku alami dibentuk oleh lingkungan dengan
menciptakan pemahaman yang sama pada sekolah civitas sekolah (Ditjen PMPTK,
2007). Budaya sekolah dapat diklasifikasi menjadi dua macam. Pertama, budaya
sekolah yang kondusif bagi pengembangan positif. Kedua, budaya sekolah yang
menghambat karakter positif. Berdasarkan pengertian tersebut, pengembangan
budaya sekolah berarti upaya membuat adat kebiasaan positif yang berlaku di
sekolah agar mantap dan kondusif.
b) Peran
Budaya Sekolah dalam Membangun Mutu Sekolah
Sistem persekolahan pada intinya adalah membangun sekolah
dengan kekuatan utama sekolah yang bersangkutan. Perbaikan mutu sekolah perlu
memahami budaya sekolah sebagai modal dasarnya. Melalui pemahaman budaya
sekolah, berfungsinya sekolah dapat dipahami, aneka permasalahan dapat
diketahui, dan pengalaman-pengalaman dapat direfleksikan. Setiap sekolah
memiliki keunikan berdasarkan pola interaksi komponen sekolah secara internal
dan eksternal.
c) Karakteristik
Budaya Sekolah Budaya
sekolah diharapkan
memperbaiki mutu, kinerja sekolah, dan mutu kehidupan yang diharapkan memiliki
ciri sehat, dinamik/aktif, positif, dan profesional. Budaya sekolah yang sehat
memberikan peluang dan warga sekolah berfungsi secara optimal, bekerja secara
efisien, penuh vitalitas, memiliki semangat tinggi, dan akan mampu terus
berkembang.
d) Budaya
Positif dan Negatif
Segenap warga
sekolah perlu memiliki wawasan bahwa ada unsur budaya yang bersifat positif,
negatif, dan ada yang netral dalam kaitannya dengan visi dan misi sekolah.
Contoh, bila visi dan misi sekolah mengangkat persoalan mutu, moral, dan
multi-budaya, sekolah harus dapat mengenali aspek-aspek budaya yang cocok dan
menguntungkan. Selain itu, juga aspekaspek yang cenderung melemahkan dan merugikan,
serta aspek-aspek lain yang cenderung netral, tidak terkait dengan visi dan
misi sekolah
KESIMPULAN
Bahwasanya
disini saya menyimpulkan Budaya sekolah merupakan perilaku bersama warga
sekolah dan konsensus bersama yang positif maupun negatif yang dilakukan oleh
warga sekolah yang merupakan kepercayaan dasar yang dianut semua warga sekolah
dalam sikap dan perilaku. Dengan budaya
sekolah mampu menjadikan lingkungan sekolah yang kondusif sehingga dapat
mewujudkan kualitas pendidikan yang baik selaras dengan visi maupun misi sekolah
serta dapat mengoptimalkan kinerja guru, kepala sekolah, karyawan dan siswa
sehingga hasilnya optimal sesuai dengan harapan guna memperbaiki lebih baik
lagi kualitas serta kuantitas Guru,Peserta didik maupun Sekolah.
Sumber :Sukardi,”Peranan Budaya Sekolah
dalam meningkatkan mutu pendidikan” ( Jurnal Exponential – Jurnal Pendidikan
Luar Biasa)Vol.1,No. 1 Maret 2020.
Komentar
Posting Komentar