STRATEGI BELAJAR & PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAHASA
Laporan Bacaan : Magang 1
“Stategi Belajar dan Pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan bahasa”
Oleh: Rifa A’tul Mahmudah (11901157)
PAI IV/B IAIN PONTIANAK
Strategi Keterampilan
Berbahasa
Dari yang saya baca bahwa
Bahasa ialah sesuatu hal yang sangat sering bahkan menjadi makanan sehari-hari
manusia khususnya untuk saling berinteraksi, dan semakin tinggi tingkat ilmu
seseorang dalam berbahasa maka hal itu tentu akan berpengaruh terhadap dirinya
dan sudah jelas ketika ia berkomunikasi akan menjadi sangat baik.
Adapun teknik dan metode
dalam mengolah bahasa yang inovatif dapat menciptakan situasi pembelajaran yang
kondusif dan dijelaskan juga bahwa melalui
proses pembelajaran yang dinamis, maka akan tercipta suatu bentuk komunikasi lisan
yang terpola melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, serta menulis .
Terdapat pula 4 pola
strategi dari yang saya baca yaitu (Keterampilan Menyimak, Berbicara, Membaca
dan Menulis, akan saya jabarkan dibawah ini sesuai dengan apa yang sudah saya
simak.,
1.
Strategi
Pembelajaran Keterampilan Menyimak
Dijelaskan bahwa keterampilan
menyimak adalah satu bentuk keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif.
Keterampilan menyimak pada tahapan lebih tinggi mampu menyalurkan kembali pemahamannya malalui keterampilan
berbicara maupun menulis dengan baik.
Adapun terdapat berberapa
strategi pembelajaran menyimak sebagai berikut:
a.
Pemberian
informasi tertentu seperti memberikan sebuah permasalahan yang mana terdapat
pro dan kontra maka kita akan menguji disetiap permasalahnya kita-kira
dimanakan permasalah yang timbul, dalam hal ini peserta didik mendengarkan
sebuah informasi, dan melihat demonstrasi serta mencatat.
b.
Interaksi,
dalam hal ini peserta didik diberikan contoh lalu mencontohkan dan mengulangi
secara lebih kreatif beserta tanya jawab.
c.
Secara
independen, peserta didik melakukan kegiatan tertentu seperti, menyimak rekaman
berupa model dan melakukan indentifikasi dan klasifikasi dari suatu bentuk
interaksi/percakapan yang nyata
Ketika sudah maka
evaluasi dalam kemampuan menyimak juga
perlu sepertites melalui rekaman, tes dalam bentuk tanya jawab, wawancara,
menjawab isi dialog, menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan drama yang baru
ditonton, dan bentuk tes lainnya agar berhasi dan suksesnya startegi dalam hal
menyimak .
2.
Strategi
Pembelajaran Keterampilan Berbicara
Dibagian ini dijelaskan
bahwa keterampilan berbicara merupakan
keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan
kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain, maksudnya yaitu
penyampaian diri kepada suatu objek berdasarkan apa yang ingin diucapkan .Keterampilan
berbicara juga diawali dengan adanya
pemahaman minimal dari pembicara dalam membentuk sebuah kalimat. Sebuah
kalimat, betapapun kecilnya, memiliki struktur dasar yang saling berkaitan satu
sama lain sehingga mampu menyajikan sebuah makna, artinya menyusun sebuah pola
kata agar menjadi kalimat yang sempurna dan menjadi kalimat yang efektif dan strategi
pembelajaran berbicara juga merujuk pada
prinsip stimulus dan respon.
Adapun teknik dalam
strategi pembelajaran berbicara yakni:
a.
Berbicara
terpimpin meliputi frase dan kalimat, dialog, dan pembacaan puisi dengan metode
ini maka kita akan melihat bagaimana ia dapat membaca dengan baik mengenal
tanda baca dan sebagainya
b.
Berbicara
semi-terpimpin meliputi reproduksi cerita, cerita berantai, menyusun kalimat
dalam sebuah pembicaraan, melaporkan isi bacaan secara lisan.
c.
Berbicara
bebas meliputi diskusi, drama, wawancara, berpidato, dan bermain peran.maksudnya
sama halnya dengan berbicara langsung bisa berdasarkan teks atau tidak
3.
Strategi Pembelajaran Keterampilan Membaca
Dijelaskan
bahwa keterampilan membaca memiliki peranan penting dalam pengembangan
pengetahuan dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia artinya membaca
adalah suatu paham yang harus dimiliki setiap orangnya agar kehidupan berjalan
dengan baik tanpa adanya keterbatasan “Buta Huruf”.
Fakta
di lapangan menunjukan bahwa masyarakat di negara maju ditandai oleh
berkembangnya suatu kebiasaan membaca yang tinggi atau (Literasi)
Membaca
juga merupakan suatu mendapatkan makna dari apa yang tertulis dalam teks.
Pembelajaran membaca harus memperhatikan cara berfikir teratur dan baik.
Membaca melibatkan semua proses mental yang lebih tinggi seperti ingatan kita ,
pemikiran, daya khayal, pengaturan,
penerapan, dan pemecahan masalah.
Disebutkan
bahwa Strategi pembelajaran membaca adalah dengan menggunakan teknik pemberian
tugas membaca teks selama waktu tertentu artinya kemampuan seseorang diuji
dengan memberikan berbagai macam teks yang mana menjadi titik tumpu seseorang
itu untuk membaca lalu memahami tiap kalimatnya,kemudian mengajukan pertanyaan.
Tes kemampuan membaca antara lain menggunakan bentuk betul- salah, melengkapi
kalimat, pilihan ganda, dan pembuatan ringkasan atau rangkuman. Selain itu,
strategi lain untuk meningkatkan keterampilan membaca yakni dengan membaca
karya sastra, karya sastra disini bisa berupa Puisi,Buku dongeng,Novel,Sajak
dan lainnya yang berbentuk teks .
4.
Strategi
Pembelajaran Keterampilan Menulis
Dibagian
ini adalah yang strategi yang terkahir dimana keterampilan menulis didasari
oleh penguasaan berbagai unsur kebahasaan maupun unsur diluar bahasa yang akan
menjadi isi dalam tulisan maksudnya untuk mendoakan sebuah tulisan kita perlu
memperhatikan apa yang akan kita tulis dan apa yang akan kita salurkan sebelum
menulis. Keduanya harus terjalin sehingga menghasilkan tulisan yang runtun dan
padu artinya ketika kita sudah menulis maka tulisan itu dapat dipahami oleh
kita dan juga orang lain tulisan yang padu merupakan tulisan yang berstruktur
dan beraturan sesuai EYD ( Ejaan yang disempurnakan)
Sama halnya yang seperti saya baca distrategi
berbicara keterampilan menulis juga merupakan suatu usaha untuk mengungkapkan
pikiran dan perasaan yang dilakukan secara tertulis, namun bedanya tadi untuk
disampaikan dalam hal berbicara. Isi
tulisan yang diungkapkan dapat dipilih secara cermat dan disusun secara
sistematis agar dapat dipahami dengan tepat artinya tulisan yang sudah kita
salurkan dan menjadi sebuah teks haruslah menjadi sebuah tulisan yang mudah
dicerna serta dicermati oleh para pembaca tanpa adanya kekeliruan atau bisa
disebut “Ambigu” atau juga kalimat yang kurang efektif adanya pengulangan kata
ketika kita menulis.
Tes
keterampilan menulis juga dapat dilakukan dengan membuat karangan entah itu
sebuah cerita yang timbul dari pikiran dan khayalan kita atau sebuah
tulisan-tulisan berisi informasi yang
bermanfaat bagi para pembaca dan dengan
kriteria penilaian sebagai berikut:
a.
Kualitas
dan ruang lingkup isi, maksudnya yaitu seberapa bagusnya tulisan kita dan isi
yang bersangkutan dengan objek akan kita tulis atau kita salurkan
b.
Organisasi
dan penyajian isi, maksudnya tentang bagaimana kita menyajikan sebuah tulisan
agar menjadi sebuah penyampaian yang baik
c.
Komposisi, yaitu teknik dalam menyusun sebuah
karangan dan menuliskannya menjadi sebuah satu bangunan wacana yang kuat
contoh: pembaca dapat mengenali tanaman seperti bunga,daun batang maka pembaca
pun sepeti itu dapat mengenali dengan cepat apa yang ditulis oleh kita.
d.
Kohesi
dan Koherensi, maksudnya hubungan antar proposisi yang dinyatakan secara eksplisit
oleh unsur-unsur tertentu dan sematik dalam kalimat yang membentuk wacana.
e.
Gaya dan bentuk bahasa,artinya tulisan yang
kita tulis harus sesuai dengan EYD dan bahasa ketika kita menulis juga perlu
diperhatikan haruslah menggunakan bahasa yang baku sesuai KBBI supaya mudah
dipahami oleh orang banyak.
f.
Tata bahasa, ejaan, tanda baca, sama juga
tetap harus memperhatikan EYD dan tanda baca seperti tanda titik(.) koma (,)
tanda seru (!) tanda tanya (?) harus menyesuaikan dengan tulisan tersebut.
g. Kerapihan tulisan dan
kebersihan, dalam kegiatan menulis beda halnya dengan mengetik, kalau mengetik
bearti sudah terjamin oleh koreksian teknologi tapi ketika kita menulis yang
kita butuhkan adalah “Skill” dan ketelitian dalam menulis agar setiap huruf
yang menjadi kata dapat dibaca dengan baik tentunya kebersihan dalam menulis
juga sangat diperhatikan terkhusus apabila kita menggunakan tinta usahakan hindari
penggunaan tipe-x karena itu sangat berpengaruh dalam keindahan sebuah tulisan.
Itulah mengapa ketelitian diperlukan dalam hal menulis.
Keterampilan
menulis melibatkan
unsur
linguistik dan ekstralinguistik serta memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk menggunakan bahasa secara tepat dan memikirkan gagasan yang akan
dikemukakan dan tetap ber EYD dengan baik dan sesuai KBBI .
KESIMPULAN
Bawahasanya
Strategi pembelajaran ialah menjadi faktor utama dalam meningkatkan proses
pembelajaran dan keterampilan dalam keterampilan bahasa. Strategi yang
terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Agar strategi
tersebut tidak menjauh dari sasaran yang ingin dicapai perlu pemahaman yang
lebih baik dalam kegiatan pembelajaran bahasa. Strategi yang berhubungan secara
langsung antara pengajar dan peserta didik sehingga menimbulkan stimulus dan
respon sangat berperan penting. Komponen program pengajaran yang berpusat pada
pengajar, peserta
didik dan materi pengajaran juga perlu diterapkan agar pembelajaran dapat terlaksana
dengan baik, Begitupula menjadi seorang guru harus dit untuk kreatif dan
inovatif dalam hal mengajar menyediakan berbagai macam media agar penyampian
lebih mudah dicerna dengan baik oleh peserta didik maka stategi dalam menyimak
perlu ditingkatkan agar mereka mudah menyerap apa yang kita sampaikan dan apa
yang kita berikan itulah mengapa menjadi guru harus terlahir menjadi multimedia
selain memegang kendali dalam hal startegi Guru juga perlu ambil alih dalam hal
teknologi mengingat kita sudah di zaman Zero X dimana semua anak mampu
menguasai teknologi dengan baik maka menjadi guru juga perlu menyeimbangi dalam
hal belajar-mengajar. Strategi juga perlu untuk menjadi dasar anak-anak dalam
memulai segala aktivitas untuk belajar mulai sari menyimak,berbicara ,membaca
lalu menulis semua itu sudah terstruktur dengan rapi tahap pertahap agar mudah
dicerna oleh peserta didik.
Strategi
yang berpusat pada peserta didik merupakan strategi pembelajaran yang
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif sehingga pengajar hanya
berperan sebagai fasilitator dan motivator dan peserta dirik harus sigap dan
tanggap dalam hal mengembangkan dirinya .
Dalam
pembelajaran keterampilan berbahasa strategi keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis didukung
oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan
berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses
pembelajaran agar kita dapat mengetahui sejauh mana potensi peserta didik dalam
menyempurnakan langkah-langkah tersebut sehingga dapat meningkatkan mutu dan
kualitas dalam keterampilan berbahasa setiap individu.
Terlepas
dari itu semua kita pasti berusaha semaksimal mungkin menang tidak semuanya
bisa mencapai seratus persen tapi dengan keterbatasan itu kita dapat mengubah
pola pikir anak menjadi suatu ide dan kreativitas , banyak sekali stategi yang
bisa kita siapkan dan menjadikan penyampaian kita menjadi asyik dan seru
tentunya membutuhkan media bantu seperti teknologi sekarang.
Sumber: Stategi Belajar dan Pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan bahasa ( Fatimah dan Ratna Dewi Kartika Sari)
https://jurnal.umj.ac.id/index.php/penaliterasi/article/download/3210/2754
Komentar
Posting Komentar