PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAPAKHLAK PESERTA DIDIK
Nama ; Rifa A’tul Mahmudah
NIM ; 11901157
Kelas : PAI 4B
Tugas :
Laporan Bacaan Magang I
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAPAKHLAK PESERTA DIDIK
Dari yang saya baca bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara menurut (UU
Sistem Pendidikan Nasional, 2003:3).
Dan Pendidikan
agama Islam ini juga merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari
system pendidikan di Indonesia, sebagaimana yang tercantum dalam
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 12
ayat 1 butir a “Setiap pesertadidik
pada setiap satuan
pendidikan berhak mendapatkan
pendidikan agama sesuaidengan agama yang dianutnya dan
diajarkan oleh pendidik yang seagama”. Sasaran pendidikan agama tertuju pada
pembentukan sikap akhlak atau mentalanak didik dalam hubungan dengan Tuhan,
masyarakat dan alam atau sesama makhluk.Anak
adalah cerminan masa
depan,
Dan pendidikan ini
juga harus benar-benar diperhatikan agar bakat mereka tersalurkan dalam
kegiatan yang positif, yaitu diantaranya denganmemasukkan anak ke dalam jenjang
pendidikan yang formal ataupun yang non formal.Penanaman nilai
agama kepada mereka
merupakan syarat mutlak
untukmencapai nilai keharmonisan dalam menjalani kehidupan dunia dan
akhirat. Nilai-nilaitersebut dapat dijadikan pondasi agar mereka tidak keluar
dari ajaran-ajaran agama. Pada tingkatan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pendidikan
agama Islam diajarkansejak kelas satu sampai kelas tiga. Pelajaran ini
berisikan keimanan, akhlak, al-Qur’anHadits, ibadah dan tarikh. Yang juga di
dalamnya menyangkut teori hukum Islam yaitutentang kewajiban manusia, khususnya
kewajiban individual kepada Allah swt
Pada prinsipnya pendidikan
agama Islam membekali
siswa agar memilikipengetahuan lengkap
tentang hukum Islam
dan mampu mengaplikasikannya dalambentuk ibadah kepada Allah. Dengan
demikian siswa dapat melaksanakan ritual-ritual ibadah yang benar menurut
ajaran Islam sesuai dengan ibadah yang dipraktekkan dandiajarkan Rasulullah
SAW, sehingga terwujud suatu konsep akhlak baik yang bersumberdari
pengimplementasian pendidikan agama Islam.Akhlak pada dasarnya melekat dalam diri seseorang, bersatu dengan
perilakuatau perbuatan. Jika perilaku yang melekat itu buruk, maka disebut
akhlak yang burukatau akhlak mazmumah.
Sebaliknya, apabila perilaku
tersebut baik
disebut akhlak mahmudah. Akhlak
tidak terlepas dari
aqidah dan syariah.
Oleh karena itu,
akhlak merupakan pola tingkah laku yang mengakumulasikan aspek keyakinan
dan ketaatansehingga tergambarkan dalam perilaku yang baik.Akhlak merupakan
perilaku yang tampak ( terlihat ) dengan jelas, baik dalamkata-kata maupun
perbuatan yang termotivasi
oleh dorongan karena
Allah.
Namun demikian, banyak pula aspek yang berkaitan dengan
sikap batin ataupun pikiran, sepertiakhlak diniyah yang berkaitan dengan
berbagai aspek, yaitu pola perilaku kepada Allah,sesama manusia, dan pola
perilaku kepada alam Ahmad Tafsir (2005:45),
mendefinisikan “Pendidikan Agama
Islam sebagai bimbingan yang
diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuaidengn ajaran
islam”.Abdul Madjid, 2005:130) mendefinisikan “Pendidikan Agama Islam sebagai
suatuusaha untuk membina dan mengasuh
peserta didik agar senantiasa dapat
memahami ajaran Islam secara
menyeluruh serta menghayati
tujuan yang pada
akhirnya dapatmengamalkan dan
menjadikan Islam sebagai pandangan hidup”.Tujuan pokok pendidikan Islam ialah
mendidik budi pekerti dan pendidikan jiwa.Tujuan yaitu sasaran yang akan
dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang yangmelakukan suatu
kegiatan. Karena itu
pendidikan Islam, yaitu
sasaran yang akandicapai oleh seseorang atau sekelompok
orang yang melaksanakan pendidikan Islam.Sesuai dengan firman Allah Swt dalam
surat An Nahl ayat 64
Artinya: dan kami
tidak menurunkan kepadamu
Al-Kitab (Al Quran)
ini,melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka
perselisihkanitu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman,
Dapat
disimpulkan bahwa tujuan
pendidikan agama Islam
adalah membimbingdan membentuk
manusia menjadi hamba
Allah yang saleh,
teguh imannya, taatberibadah, dan berakhlak terpuji. Jadi,
tujuan pendidikan agama Islam adalah berkisarkepada pembinaan
pribadi muslim, yang
terpadu pada perkembangan dari
segisepiritual, jasmani, emosi, intelektual, dan sosial. Atau lebih jelas
lagi, ia berkisar padapembinaan warga negara muslim yang baik, yang percaya
pada Tuhan dan agamanya,berpegang teguh pada ajaran agamanya.Oleh karena itu
berbicara pendidikan agama Islam, baik makna maupun tujuannya haruslah mengacu
pada penanaman nilai-nilai Islam dan tidak dibenarkan melupakanetika sosial
atau moralitas sosial. Penanaman nilai-nilai ini juga dalam rangka menuai keberhasilan
hidup di dunia maupun membuahkan kebaikan di akhirat kelak.
Pendidikan
Islam sebagai ilmu,
mempunyai ruang lingkup
yang sangat luas,karena
di dalamnya banyak
pihak yang terlibat,
baik secara
langsung maupun tidaklangsung. Adapun ruang lingkup
pendidikan Agama Islam menurut Nur Uhbiyati (2009:13)adalah sebagai berikut:
Yaitu landasan yang
menjadi fundamen serta
sumber dari segala
kegiatan pendidikan Islam ini dilakukan. Yaitu membentuk anak didik
menjadi manusia dewasayang bertakwa kepada Allah dan berkepribadian muslim.
Materi Pendidikan Islam, yaitu bahan-bahan,
pengalaman-pengalaman belajar ilmuagama Islam yang disusun sedemikian rupa
untuk disajikan atau disampaikan kepadaanak didik. Metode Pendidikan Islam,
yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidikanuntuk menyampaikan bahan
atau materi pendidikan Islam kepada anak didik. Metode disini mengemukakan
bagaimana mengolah, menyusun dan menyajikan materi tersebutdapat dengan mudah
diterima dan dimiliki oleh anak didik. Evaluasi Pendidikan,
yaitu memuat cara-cara
bagaimana mengadakan evaluasiatau
penilaian terhadap hasil
belajar anak didik.
Tujuan pendidikan Islam
umumnyatidak dapat dicapai sekaligus, melainkan melalui proses tertentu.
Apabila tahapini telahdicapai maka pelaksanaan
pendidikan dapat dilanjutkan
pada tahap berikutnya
danberakhir dengan terbentuknya kepribadian muslim
Akhlak peserta didik dalam hal ini bukan hanya sekedar
hal-hal yang berkaitandengan
ucapan, sikap dan
perbuatan yang harus
ditunjukkan oleh siswa
baik dalampergaulan di sekolah
maupun di luar sekolah. Melainkan berbagai ketentuan lainnyayang memungkinkan dapat mendukung
efektivitas proses belajar mengajar. Pengetahuanterhadap akhlak siswa ini bukan
hanya perlu diketahui oleh setiap siswa dengan tujuanagar mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari, namun juga perlu diketahui olehsetiap guru, dengan
tujuan agar dapat mengarahkan dan membimbing para siswa untukmengikuti akhlak
tersebut.Ruang lingkup akhlak adalah sama dengan ruang lingkup ajaran Islam itu
sendiri,khususnya yang berkaitan
dengan pola hubungan
akhlak dalam ajaran
agama Islammencakup berbagai
aspek, dimulai dari
akhlak terhadap Allah
Swt, hingga kepadasesama makhluk ciptaan Allah SWT.
(Muhammad Alim, 2006:152) adalah:Akhlak Kepada Allah SWT, titik tolak akhlak
kepada Allah adalah pengakuan dankesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat An-Naml ayat 93, secara tegas
dinyatakan-Nya bahwa
Artinya: Dan katakanlah,
"Segala puji bagi
Allah, dia akan
memperlihatkanpadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan
mengetahuinya. Dan Tuhanmutiada
lalai dari apa
yang kamu kerjakan. (Tim Penerjemaah
Al Quran Kemenag RI,2014:Qs.
An-Naml ayat 93).Akhlak Kepada Sesama
Manusia, tidaklah wajar
bila seseorang mengucilkanseseorang atau kelompok lain,
tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan, ataumenceritakan keburukan
seseorang dan menyapa atau memanggilnya
dengan sebutanyang buruk
Kepada Lingkungan, yang
dimaksud lingkungan di
sini adalah segalasesuatu yang
berada disekitar manusia,
baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupunbenda-benda tak
bernyawa. Pada dasarnya
akhlak diajarkan al-Qur'an
terhadaplingkungan
bersumber dari fungsi
manusia sebagai khalifah.
Kekhalifahan menuntutadanya interaksi
antara manusia dengan
sesamanya, dan manusia
dengan alam.Kekhalifahan
mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan, agarsetiap
makhluk mencapai tujuan penciptaannya
Akhlak peserta didik
Akhlak secara etimologi
adalah bentuk jamak
dari khuluq yang
berarti budipekerti, perangai
atau tabi’at. Menurut
Imam Ghazali, sebagaimana
dikutip YunaharIlyas (2010:2),
“akhlak adalah sifat
yang tertanam dalam
jiwa yang menimbulkanperbuatan-perbuatan yang
dengan mudah tanpa
memerlukan pemikiran maupunpertimbangan”. Menurut Mansur
(2009:221), dalam pengertian
sehari-hari akhlak umumnyadisamakan artinya
dengan budi pekerti,
kesusilaan, sopan santun
dalam bahasaIndonesia , dan
tidak berbeda pula dengan arti kata moral, ethic dalam bahasa
inggris.Manusia akan menjadi
sempurna jika mempunyai
akhlak terpuji serta
menjauhkansegala akhlak tercela Akhlak peserta didik dalam hal ini bukan
hanya sekedar hal-hal yang berkaitandengan
ucapan, sikap dan
perbuatan yang harus
ditunjukkan oleh siswa
baik dalampergaulan di sekolah
maupun di luar sekolah. Melainkan berbagai ketentuan lainnyayang memungkinkan dapat mendukung
efektivitas proses belajar mengajar. Pengetahuanterhadap akhlak siswa ini bukan
hanya perlu diketahui oleh setiap siswa dengan tujuanagar mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari, namun juga perlu diketahui olehsetiap guru, dengan
tujuan agar dapat mengarahkan dan membimbing para siswa untukmengikuti akhlak
tersebut.Ruang lingkup akhlak
Kesimpulan
Bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk
memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian,kecerdasan,
akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat,bangsa dan Negara.
Pada prinsipnya pendidikan
agama Islam membekali
siswa agar memilikipengetahuan lengkap
tentang hukum Islam
dan mampu mengaplikasikannya dalambentuk ibadah kepada Allah. Dengan
demikian siswa dapat melaksanakan ritual-ritual ibadah yang benar menurut
ajaran Islam sesuai dengan ibadah yang dipraktekkan dandiajarkan Rasulullah
SAW, sehingga terwujud suatu konsep akhlak baik yang bersumberdari
pengimplementasian pendidikan agama Islam.Akhlak pada dasarnya melekat dalam diri seseorang, bersatu dengan
perilakuatau perbuatan.
Ruang lingkup akhlak adalah sama dengan ruang lingkup ajaran
Islam itu sendiri,khususnya yang berkaitan
dengan pola hubungan
akhlak dalam ajaran
agama Islammencakup berbagai
aspek, dimulai dari
akhlak terhadap Allah
Swt, hingga kepadasesama makhluk ciptaan Allah SWT
Sumber
: Acep Ceptian NurpajarInstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya
Tasikmalayaacepceptiannurpajar@gmail.com, Arifgustiana100@gmail.com
Komentar
Posting Komentar